Rabu, 24 April 2013

Hujan & Teduh


Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang oleh sesak dipenuhi ragu. 
Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup. 
Mungkin jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. meski diam-diam aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu. Aku dan kamu. Seperti Hujan&Teduh.
Pernahkah kamu mendengar kisah mereka? Hujan&Teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu. Mungkin jalan kita tidak bersimpangan. 

Novel karya Wulan Dewatra ini terbit pada Mei 2011 yang diterbitkan oleh Gagas Media dengan tebal buku 250 halaman. Novel yang sangat menyita perhatian para pecinta buku. 

Novel yang mengisahkan tentang Bintang, Kayla dan Noval. 
Bintang, gadis yang pada SMUnya mempunyai kisah yang bisa terbilang kelam karena ia sempat terjerumus dalam cinta sesama jenis dengan sahabatnya sendiri yaitu Kayla. Ya, walaupun masing-masing dari mereka sudah mempunyai pacar. Mereka menyembunyikan hubungan antar sesam jenis mereka cukup lama. Sampai pada suatu ketika, flashdisk Kayla yang berisi foto-foto Bintang-Kayla yang tak sewajarnya itu dipinjam oleh Reno, pacar Kayla. Sejak itu, Kayla mulai menghindari Bintang walaupun Bintang selalu meminta penjelasan kepada Kayla atas kejadin itu. Karna Reno tidak suka Bintang yang terus-terus mengganggu Kayla, maka Reno mempublikasikan foto mesra Bintang-Kayla di facebook. Pada akhirnya Kayla memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. 

Memasuki masa kuliah, Bintang bertemu dengan Noval lelaki yang awalnya memang menyebalkan namun mereka saling jatuh cinta pada akhirnya. Namun, Noval bukanlah lelaki yang baik buat Bintang. Karna Noval hampir saja merenggut nyawa Bintang karna perbuatan seks bebas yang mereka lakukan. Ya, aborsi. Setelah Noval mendapatkan apa yang ia mau dari Bintang, dengan seenaknya ia menyuruh Bintang melakukan aborsi. Karna tidak ada pilihan lain, Bintang pun menuruti kemauan Noval. 

Peristiwa itu membuat Bintang berfikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Noval. Namun, saat Bintang ingin menjauh dari Noval dengan melanjutkan kuliah S2-nya di Amerika, Noval malah meramal Bintang. Ia berjanji akan menunggu Bintang lulus, dan setelah itu mereka menikah. Bintang pun menerimanya. 

Karna Bintang melakukan aborsi pada saat kuliahnya di Indonesia, di Amerika ia harus mendapatkan kenyataan pahit bahwa ia terkena kanker rahim yang mengharuskan Bintang mengangkat rahim tersebut. Sejak itu, Bintang kembali memustuskan untuk menjauh dari Noval. Ia ingin Noval mencari wanita lain yang bisa memberinya momongan. 

Setelah pulang ke Indonesia, Bintang memustuskan untuk pindah didaerah terpencil dan memutuskan untuk membuka usaha makanan disana. ia juga berniat akan mengangkat anak dan merawatnya sendiri dengan kasih sayang. 

Ketika Bintang berjalan dipinggir pantai, ada seorang lelaki yang menghampiri Bintang, lalu berkata "Bintang Dewatra, kenapa kamu membuat semuanya menjadi sulit?" Ya, lelaki itu adalah Noval. 

Akhir cerita yang menggantung. Ya, mungkin itulah yang bisa disebut dengan "Hujan&Teduh". Saling bertemu namun tidak sejalan. 

Penulis 
Twitter : @wulandewatra
Blog : http://dewatrawulan.blogspot.com 

Gagas Media 
Twitter : @Gagas Media
Email :  redaksi@gagasmedia.net

Jumat, 19 April 2013

3 Januari 2011

Menjalani hidup seperti ini sudah biasa. Melakukan segalanya dengan keikhlasan. Pasrah. Namun tetap beraharap dalam diam dan do'a agar semuanya dapat berubah. Kembali seperti semula. Kembali seprti dahulu. Dimana saat itu masa-masa SD, masa-masa kebahagiaan, masa-masa keceriaan. Ingin semuanya kembali terulang. Walaupun mungkin mustahil terjadi. Namun, aku terus berharap jika suatu saat itu semua akan menjadi nyata. 

Kehidupanku mulai berubah ketika aku melakukan medical chek-up perusahaan ayah. Tepat pada tanggal 3 Januari 2011 disitulah semuanya mulai berubah. Dari hasil medical chek-up aku dinyatakan terkena kanker. Ya kanker darah atau yang biasa disebut LEUKIMIA. Pertama kali tau itu aku diam. Santai. Hati tak berdebar-debar. Biasa. Saat itu aku belum mengerti tentang apapun yang berhubungan dengan kata itu ya, walaupun aku pernah mempelajarinya saat kelas 4 SD.
 
Kulihat ayahku yang sedang serius membaca hasil medical chek-up. Membalik-balik lembar demi lembar hanya untuk membaca ulang hasil medical chek-up itu. Dari raut wajahnya, aku dapat membaca seolah-olah ia tak percaya dengan hasil medical chek-up tersebut. Khawatir. Aku hanya bisa diam saat itu. Memfikirkan apa itu LEUKIMIA.
 
Keesokan harinya, ayah mengajakku ke RSCM untuk memastikan benar atau tidaknya hasil medical chek-up kemarin. Awalnya ayah mendaftarkan ku ke dokter anak, setelah ke dokter anak, ternyata salah. Ayah seharusnya mendaftarkan ku ke dokter hematologi. Dari dokter hematologi, dokter menyatakan ya, memang benar. Untuk pengobatan dokter bilang, kita harus tau jenisnya apa dulu dari penyakit tersebut. Dokter menganjurkan, lusa RS harus ambil sample dari tulang sumsum belakangku untuk mengetahui jenisnya apa dan bagaimana cara pengobatannya. Daaaan jangan kalian fikir diambil sample ditulang sumsum itu rasanya tidak sakit, sangat sakit! Sangat! Suntikan besar yang mampu menampung 10cc ditusukkan ke tulang sumsum belakang dan suntikan itu harus penuh 10cc. Kalian bisa bayangkan sakitnya? Rasa sakitnya lebih sakit dari apa yang kalian bayangkan. Nangis? Pasti! Menjerit? Pasti! Apalagi dokter2 di RSCM itu mahasiswa2 yang sedang belajar. Walaupun saat itu didampingi oleh dokter ketua tetapi tetap saja, yang ngambil sample kan dokter masih belajar. Kalian bisa bayangkan? Disitu aku diibaratkan kayak bahan praktek percobaan. Yeaah~ hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi?
 
Ketika hasil sample itu sudah keluar, ya aku dinyatakan terkena LEUKIMIA jenis CML. Dokter bilang jenis ini sering terjadi pada orang dewasa. Jarang terjadi pada anak-anak. Ya, namun ini yang terjadi padaku. Diumur 12 aku sudah mengalaminya.
 
Sejak itu kehidupanku berubah. Karna saat melakukan medical chek-up itu saat liburan sekolah(pesantren) mau gak mau aku keluar dari pesantren dan menjalani rutinitasku yang baru. Keluar dari pesantren? Terus sekolah? Nggaaak~ aku meliburkan diri sebagai pelajar alias nganggur dirumah selama 6 bulan. Yeah, selama itu setiap 2 hari sekali aku harus bolak-balik ke RSCM. Kadang naik mobil, kadang naik bis. Klo naik bis, berangkat jam 6 pulang jam setengah 9 malam. Capek luar biasa. Setelah beberapa lama 2 hari sekali ketemu suntikan dan bolak-balik ke RSCM, akhirnya 2 minggu sekali, seminggu sekali, bahkan sempat 1 bulan sekali. Itu juga cuma sekali doang, yeaaah~
 
Awal2 pengobatan aku mencoba beberapa obat. Dari obat ini ke obat itu. Obat itu ke obat ini. Yeaah~ gara2 aku harus menjalani pengobatan dengan cara rutin, mau gak mau juga aku harus mengulang kelas. Teman-temanku sekarang sudah kelas 9, sudah mau UN. Sedangkan aku? Masih kelas 8 ._. Yaa walaupun sekolah aku juga banyak bolosnya gara-gara bolak-balik upname terus. Balik lagi ke masa pengobatan, yaah, selama 1 tahun 4 bulanan lah berobat ke RSCM. Sempet juga beberapa kali berobat ke Dharmais. Ya, dari Dharmais itulah aku bisa berobat ke RS Mitra Keluarga Cibubur. Disana aku bertemu dokter yang kebetulan ia juga praktek di RS Mitra Keluarga Cibubur. Ya, sejak itulah aku selalu berobat ke Mitra Keluarga. Lebih dekat. Jadi gak harus berangkat pagi dan pulang malem terus2an.
 
Yaa, pada tanggal 9 Mei 2012 hari Rabu, itulah hari dimana aku pertama kali dirawat karna LEUKIMIA ini. Ya, kondisi badanku saat itu lemah. Leukosit 200 ribuan. Waktu itu aku dirawat seminggu penuh, dari Rabu ke Rabu. Berapa suntikan? Jangan tanya, jawabanyannya pasti banyak! Belum lagi disuntikan cairan bignat(zat kimia). Perih, panas. Gara-gara cairan itulah kulitku jadi terbakar. Aku sangat merasakan perubahan warna kulit yang kualami dari dulu sampai sekarang. Dulu bersih, sekarang menghitam. Yeaah~ itu sudah takdir.
 
Sejak saat itu, aku jadi bolak-balik opname. Bolak-balik transfusi darah. Bolak-bolik suntik cairan bignat(zat kimia) dan itu rasanyaaaaa, sangat perih, panas. Gara-gara transfusi darah juga, kulit jadi kerasa panas. Kerasa kebakar.
 
Ini lah daftar keluar-masuk opname yang pernah aku alami :
- Rabu, 09 Mei 2012 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 318 (seminggu)
- Senin, 06 Agustus 2012 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 302 (3hari)
- Senin, 17 September 2012 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 330 (seminggu)
- Selasa, 13 November 2012 : RS Mitar Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 329 (3hari)
- Rabu, 06 Maret 2013 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 2 Kamar 210 (seminggu)
- Selasa, 09 April 2013 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 2 Kamar 210 pindah ke Lantai 3 Kamar 317 (5hari)
- Tranfusi darah 9+ kali (berkantong-kantong)
- Masuk ICU/IMC 

Hahaaah, sempet masuk ICU juga. Karna leukosit udah 300-400 ribuan. Diruang tertutup, kabel nyantol didada, ditangan, dikaki sampe-sampe gak bisa gerak. Ada juga monitor yang bunyi-bunyi mulu. Ada tensi darah otomatis. Pokoknya gak pingin lagi deh masuk ICU. Gak enak.
Waktu itu bisa masuk ICU emang gara-gara gak mau minum obat. Yaa, alesannya sih karna menghindar dari stres aja karna mau UTS. Kan klo minum obat jadi stres tuh. Eh tau-tau yang tadinya ngehindar dari stres gara-gara mau UTS, eh malah ikut UTS cuma sehari. Mapel yang lain belum. Sempet masuk 2 hari nyusul UTS 3 mapel, eh malah masuk RS lagi -.- akhirnya sampe sekarang masih aja ngutang 6 mapel yang belum di UTSin. Parah banget kan? Ridaa Rida, ckck -,-
 
§empet juga tuh waktu itu gak masuk sebulan pas bulan November. Cuma masuk sehari dalam 1 bulan. Kurang parah apa coba? -_-
 
Masalah biaya pengobatan, alhamdulillah perusahaan ayah mau nanganin, mau bayarin. Klo nggak, aku juga gak tau bakal kayak gimana jadinya. Obat aja 1 butir udah 20 ribu. Sedangkan obat yang aku minum berbutir-butir. Setiap beli obat aja pengeluaran hampir 1 juta. Klo opname? Lebih dari 20 juta. Sempet kaget juga awal dengernya. Yeaah, aku memang anak yang merepotkan. Gara-gara depan rumah dipasang banner 'Dijual. Hub : 08xxxxxxxxx' sampe-sampe ada tetangga yang nanya ke mba(yang bantu-bantu dirumah) katanya 'mba, rumah ini dijual gara-gara nggak ada adana buat pengobatan teteh(nama panggilanku dirumah) ya?' Sampe-sampe ada yang nanya kayak gitu, ya ampuuun :" padahal rumah dijual karna mau pindah ke Mutiara Sentul. Bukan karna nggak ada dana. Alhamdulillah dana ada yang bayarin. Sampe-sampe temen-temen ibu juga bilang ke ibu 'bu, beneran deh, klo emang udah bener-bener ke pepet, gak papa minjem aja, gak usah sungkan-sungkan' ya ampuunn :" sampe ada orang yang kayak gitu. Dengernya aja aku udah ngerasa, 'aduh, kayaknya aku banyak ngerepotin orang'. Ya, aku memang banyak ngerepotin orang. Apalagi ayah sama ibu :" Lala, Ima. Gara-gara aku, Ima jarang ditengokin dipesantren, Lala jadi sering ditinggal ke RS klo aku diopname. Ibu yang selalu setia nungguin di RS. Ayah yang pulang kerja capek tapi mau gak mau harus ke RS nganterin bajulah, ngaterin ini, ngaterin itu. Maaf ayah, maaf ibu. Maaf juga buat semuanya.
 
Aku berharap sih kedepannya aku bisa lebih baik lagi. Aku pingin sembuh. Aku gak mau kayak gini terus. Capek! Udah hampir 2 tahun 5 bulan ngejalanin ini semua. Kondisi fisik tubuh tergantung pada obat. Bisa ngerasainkan gimana? Apalagi dokter bilang, penyakit jenis CML itu pengobatan ya selamanya. Gak bisa sembuh. Yaa, tapi kan ga ada yang gak mungkin didunia ini. Aku berharap bisa sembuh. Bisa lepas dari obat. Pokoknya bisa bebas kayak dulu. Itu yang aku harapkan. Huuffttt, hanya bisa berdoa dan berusaha. Tetap ikhlas menjalani setiap detik yang terlewati.
 
Tapi dengan adanya penyakit ini, aku lebih bisa mensyukuri hidup, lebih bisa mengerti arti kehidupan sebenarnya, arti kasih sayang dll. Dulu aku cuma main-main. Sekarang, aku lebih belajar dan mengerti tentang kehidupan.
 
Terimakasih YaAllah :) Engkau berikan segala nikmat dalam hidupku. Ayah, Ibu, Ima, Lala, sahabat-sahabat, teman-teman, keluarga besar. Lindungi mereka YaAllah. Lindungi semua orang yang aku sanyangi dan yang peduli denganku. Berilah mereka kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku. Sertakan selalu rasa bahagia yang menghampiri mereka. Amiiiiiiiiiiiin O:)