Menjalani hidup seperti ini sudah biasa. Melakukan segalanya dengan
keikhlasan. Pasrah. Namun tetap beraharap dalam diam dan do'a agar
semuanya dapat berubah. Kembali seperti semula. Kembali seprti dahulu.
Dimana saat itu masa-masa SD, masa-masa kebahagiaan, masa-masa
keceriaan. Ingin semuanya kembali terulang. Walaupun mungkin mustahil
terjadi. Namun, aku terus berharap jika suatu saat itu semua akan
menjadi nyata.
Kehidupanku mulai berubah ketika aku melakukan medical chek-up perusahaan ayah. Tepat pada tanggal 3 Januari 2011 disitulah semuanya mulai berubah. Dari hasil medical chek-up aku dinyatakan terkena kanker. Ya kanker darah atau yang biasa disebut LEUKIMIA. Pertama kali tau itu aku diam. Santai. Hati tak berdebar-debar. Biasa. Saat itu aku belum mengerti tentang apapun yang berhubungan dengan kata itu ya, walaupun aku pernah mempelajarinya saat kelas 4 SD.
Kehidupanku mulai berubah ketika aku melakukan medical chek-up perusahaan ayah. Tepat pada tanggal 3 Januari 2011 disitulah semuanya mulai berubah. Dari hasil medical chek-up aku dinyatakan terkena kanker. Ya kanker darah atau yang biasa disebut LEUKIMIA. Pertama kali tau itu aku diam. Santai. Hati tak berdebar-debar. Biasa. Saat itu aku belum mengerti tentang apapun yang berhubungan dengan kata itu ya, walaupun aku pernah mempelajarinya saat kelas 4 SD.
Kulihat ayahku yang sedang serius membaca hasil medical chek-up.
Membalik-balik lembar demi lembar hanya untuk membaca ulang hasil
medical chek-up itu. Dari raut wajahnya, aku dapat membaca seolah-olah
ia tak percaya dengan hasil medical chek-up tersebut. Khawatir. Aku
hanya bisa diam saat itu. Memfikirkan apa itu LEUKIMIA.
Keesokan harinya, ayah mengajakku ke RSCM untuk memastikan benar atau
tidaknya hasil medical chek-up kemarin. Awalnya ayah mendaftarkan ku ke
dokter anak, setelah ke dokter anak, ternyata salah. Ayah seharusnya
mendaftarkan ku ke dokter hematologi. Dari dokter hematologi, dokter
menyatakan ya, memang benar. Untuk pengobatan dokter bilang, kita harus
tau jenisnya apa dulu dari penyakit tersebut. Dokter menganjurkan, lusa
RS harus ambil sample dari tulang sumsum belakangku untuk mengetahui
jenisnya apa dan bagaimana cara pengobatannya. Daaaan jangan kalian
fikir diambil sample ditulang sumsum itu rasanya tidak sakit, sangat
sakit! Sangat! Suntikan besar yang mampu menampung 10cc ditusukkan ke
tulang sumsum belakang dan suntikan itu harus penuh 10cc. Kalian bisa
bayangkan sakitnya? Rasa sakitnya lebih sakit dari apa yang kalian
bayangkan. Nangis? Pasti! Menjerit? Pasti! Apalagi dokter2 di RSCM itu
mahasiswa2 yang sedang belajar. Walaupun saat itu didampingi oleh dokter
ketua tetapi tetap saja, yang ngambil sample kan dokter masih belajar.
Kalian bisa bayangkan? Disitu aku diibaratkan kayak bahan praktek
percobaan. Yeaah~ hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi?
Ketika hasil sample itu sudah keluar, ya aku dinyatakan terkena LEUKIMIA
jenis CML. Dokter bilang jenis ini sering terjadi pada orang dewasa.
Jarang terjadi pada anak-anak. Ya, namun ini yang terjadi padaku. Diumur
12 aku sudah mengalaminya.
Sejak itu kehidupanku berubah. Karna saat melakukan medical chek-up itu
saat liburan sekolah(pesantren) mau gak mau aku keluar dari pesantren
dan menjalani rutinitasku yang baru. Keluar dari pesantren? Terus
sekolah? Nggaaak~ aku meliburkan diri sebagai pelajar alias nganggur
dirumah selama 6 bulan. Yeah, selama itu setiap 2 hari sekali aku harus
bolak-balik ke RSCM. Kadang naik mobil, kadang naik bis. Klo naik bis,
berangkat jam 6 pulang jam setengah 9 malam. Capek luar biasa. Setelah
beberapa lama 2 hari sekali ketemu suntikan dan bolak-balik ke RSCM,
akhirnya 2 minggu sekali, seminggu sekali, bahkan sempat 1 bulan sekali.
Itu juga cuma sekali doang, yeaaah~
Awal2 pengobatan aku mencoba beberapa obat. Dari obat ini ke obat itu.
Obat itu ke obat ini. Yeaah~ gara2 aku harus menjalani pengobatan dengan
cara rutin, mau gak mau juga aku harus mengulang kelas. Teman-temanku
sekarang sudah kelas 9, sudah mau UN. Sedangkan aku? Masih kelas 8 ._.
Yaa walaupun sekolah aku juga banyak bolosnya gara-gara bolak-balik
upname terus. Balik lagi ke masa pengobatan, yaah, selama 1 tahun 4
bulanan lah berobat ke RSCM. Sempet juga beberapa kali berobat ke
Dharmais. Ya, dari Dharmais itulah aku bisa berobat ke RS Mitra Keluarga
Cibubur. Disana aku bertemu dokter yang kebetulan ia juga praktek di RS
Mitra Keluarga Cibubur. Ya, sejak itulah aku selalu berobat ke Mitra
Keluarga. Lebih dekat. Jadi gak harus berangkat pagi dan pulang malem
terus2an.
Yaa, pada tanggal 9 Mei 2012 hari Rabu, itulah hari dimana aku pertama
kali dirawat karna LEUKIMIA ini. Ya, kondisi badanku saat itu lemah.
Leukosit 200 ribuan. Waktu itu aku dirawat seminggu penuh, dari Rabu ke
Rabu. Berapa suntikan? Jangan tanya, jawabanyannya pasti banyak! Belum
lagi disuntikan cairan bignat(zat kimia). Perih, panas. Gara-gara cairan
itulah kulitku jadi terbakar. Aku sangat merasakan perubahan warna
kulit yang kualami dari dulu sampai sekarang. Dulu bersih, sekarang
menghitam. Yeaah~ itu sudah takdir.
Sejak saat itu, aku jadi bolak-balik opname. Bolak-balik transfusi
darah. Bolak-bolik suntik cairan bignat(zat kimia) dan itu rasanyaaaaa,
sangat perih, panas. Gara-gara transfusi darah juga, kulit jadi kerasa
panas. Kerasa kebakar.
Ini lah daftar keluar-masuk opname yang pernah aku alami :
- Rabu, 09 Mei 2012 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 318 (seminggu)
- Senin, 06 Agustus 2012 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 302 (3hari)
- Senin, 17 September 2012 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 330 (seminggu)
- Selasa, 13 November 2012 : RS Mitar Keluarga Cibubur Lantai 3 Kamar 329 (3hari)
- Rabu, 06 Maret 2013 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 2 Kamar 210 (seminggu)
- Selasa, 09 April 2013 : RS Mitra Keluarga Cibubur Lantai 2 Kamar 210 pindah ke Lantai 3 Kamar 317 (5hari)
- Tranfusi darah 9+ kali (berkantong-kantong)
- Masuk ICU/IMC
Hahaaah, sempet masuk ICU juga. Karna leukosit udah 300-400 ribuan. Diruang tertutup, kabel nyantol didada, ditangan, dikaki sampe-sampe gak bisa gerak. Ada juga monitor yang bunyi-bunyi mulu. Ada tensi darah otomatis. Pokoknya gak pingin lagi deh masuk ICU. Gak enak.
Hahaaah, sempet masuk ICU juga. Karna leukosit udah 300-400 ribuan. Diruang tertutup, kabel nyantol didada, ditangan, dikaki sampe-sampe gak bisa gerak. Ada juga monitor yang bunyi-bunyi mulu. Ada tensi darah otomatis. Pokoknya gak pingin lagi deh masuk ICU. Gak enak.
Waktu itu bisa masuk ICU emang gara-gara gak mau minum obat. Yaa,
alesannya sih karna menghindar dari stres aja karna mau UTS. Kan klo
minum obat jadi stres tuh. Eh tau-tau yang tadinya ngehindar dari stres
gara-gara mau UTS, eh malah ikut UTS cuma sehari. Mapel yang lain belum.
Sempet masuk 2 hari nyusul UTS 3 mapel, eh malah masuk RS lagi -.-
akhirnya sampe sekarang masih aja ngutang 6 mapel yang belum di UTSin.
Parah banget kan? Ridaa Rida, ckck -,-
§empet juga tuh waktu itu gak masuk sebulan pas bulan November. Cuma masuk sehari dalam 1 bulan. Kurang parah apa coba? -_-
Masalah biaya pengobatan, alhamdulillah perusahaan ayah mau nanganin,
mau bayarin. Klo nggak, aku juga gak tau bakal kayak gimana jadinya.
Obat aja 1 butir udah 20 ribu. Sedangkan obat yang aku minum
berbutir-butir. Setiap beli obat aja pengeluaran hampir 1 juta. Klo
opname? Lebih dari 20 juta. Sempet kaget juga awal dengernya. Yeaah, aku
memang anak yang merepotkan. Gara-gara depan rumah dipasang banner
'Dijual. Hub : 08xxxxxxxxx' sampe-sampe ada tetangga yang nanya ke
mba(yang bantu-bantu dirumah) katanya 'mba, rumah ini dijual gara-gara
nggak ada adana buat pengobatan teteh(nama panggilanku dirumah) ya?'
Sampe-sampe ada yang nanya kayak gitu, ya ampuuun :" padahal rumah
dijual karna mau pindah ke Mutiara Sentul. Bukan karna nggak ada dana.
Alhamdulillah dana ada yang bayarin. Sampe-sampe temen-temen ibu juga
bilang ke ibu 'bu, beneran deh, klo emang udah bener-bener ke pepet, gak
papa minjem aja, gak usah sungkan-sungkan' ya ampuunn :" sampe ada
orang yang kayak gitu. Dengernya aja aku udah ngerasa, 'aduh, kayaknya
aku banyak ngerepotin orang'. Ya, aku memang banyak ngerepotin orang.
Apalagi ayah sama ibu :" Lala, Ima. Gara-gara aku, Ima jarang ditengokin
dipesantren, Lala jadi sering ditinggal ke RS klo aku diopname. Ibu
yang selalu setia nungguin di RS. Ayah yang pulang kerja capek tapi mau
gak mau harus ke RS nganterin bajulah, ngaterin ini, ngaterin itu. Maaf
ayah, maaf ibu. Maaf juga buat semuanya.
Aku berharap sih kedepannya aku bisa lebih baik lagi. Aku pingin sembuh.
Aku gak mau kayak gini terus. Capek! Udah hampir 2 tahun 5 bulan
ngejalanin ini semua. Kondisi fisik tubuh tergantung pada obat. Bisa
ngerasainkan gimana? Apalagi dokter bilang, penyakit jenis CML itu
pengobatan ya selamanya. Gak bisa sembuh. Yaa, tapi kan ga ada yang gak
mungkin didunia ini. Aku berharap bisa sembuh. Bisa lepas dari obat.
Pokoknya bisa bebas kayak dulu. Itu yang aku harapkan. Huuffttt, hanya
bisa berdoa dan berusaha. Tetap ikhlas menjalani setiap detik yang
terlewati.
Tapi dengan adanya penyakit ini, aku lebih bisa mensyukuri hidup, lebih
bisa mengerti arti kehidupan sebenarnya, arti kasih sayang dll. Dulu aku
cuma main-main. Sekarang, aku lebih belajar dan mengerti tentang
kehidupan.
Terimakasih YaAllah :) Engkau berikan segala nikmat dalam hidupku. Ayah,
Ibu, Ima, Lala, sahabat-sahabat, teman-teman, keluarga besar. Lindungi
mereka YaAllah. Lindungi semua orang yang aku sanyangi dan yang peduli
denganku. Berilah mereka kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau berikan
kepadaku. Sertakan selalu rasa bahagia yang menghampiri mereka.
Amiiiiiiiiiiiin O:)
6 thn berlalu.. Doa selalu bersamamu.. Semoga kau damai dlm pelukanNya...aamiin
BalasHapus